Kerendahan Hati
Tawadhu
berasal dari kata Wadhu’ – Wadho’ah yang
berarti hina (rendah). Sedangkan Takabu berasal dari kata Akbar-Kabir yang
berarti besar. Tawadhu berarti merendahkan diri, sedangkan takabbur berarti
membesar-besarkan diri atau sombong.
Q.S. Al Baqarah (2:34) :
Ketika
Allah SWT memerintahkan malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam “Bersujudlah
kalian kepada Adam,” maka mereka bersujud kecuali Iblis, (ia) enggan dan
berlaku sombong, dan (ia) adalah termasuk golongan yang kafir.
Q.S. Al A’raf (7:11-13) :
Dan
sungguh, kami teah mencipakan kamu, kemudian membentuk (tubuhmu), Kemudian kami
berfirman kepada malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun
bersujud kecuali Iblis. Ia (iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.(1)
(Allah)
berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepapa
Adam) ketika aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia.
Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”(2)
(Allah)
berfirman, “Maka, turunlah kamu darinya (surge); karena kamu tidak sepatutnya
menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk
yang hina.(3)
Nabi Adam diciptakan dari tanah yang
sifatnya rendah selalu di bawah. Tanah yang selalu merendah memiliki harga yang
semakin lama semakin mahal. Karena barang sipa yang bertawadhu karena Allah
maka Allah akan mengangkat derajatnya. Orang yang rendah hai disukai Allah
karena rendah hati adalah lawan dari takabur. Sesungguhnya manusia itu dilarang
untuk bersifat takabur karena takabur adalah pakaian Allah. Meskipun Allah SWT
berhak untuk takabur, tetapi Dia tidak melakukannya.
Iblis dikeluarkan dari surga karena
ia berbuat sombong di dalamnya. Kemudian iblis menggoda Ibu Hawa untuk
mendekati dan memakan Buah Khuldi (keabadian). Kemudian Nabi Adam dan Ibu Hawa
melanggar larangan Allah sehingga mereka dikeluarkan oleh Allah SWT. Kemudian
mereka dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi. Singkat kata keduanya
bertaubat dan diterima Allah. Inilah bentuk kerenahan hati Nabi Adam dan Ibu
Hawa. Mereka mengakui kesalahannya dan kemudian bertaubat.
Dari sifat Nabi Adam ini Allah
menerima taubatnya karena Allah SWT menyukai orang yang merendahkan diri
karenanya. Sedangkan Iblis yang sombong dilaknat oleh Allah SWT karena sifatnya
yang takabur.
Bukti kerendahan hati Nabi Adam dan
Hawa---- Q.S. Al A’raf (7:23) :
Keduanya
bekata, Ya tuhan kami sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan
jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami
termasuk orang-orang yang rugi.
Jadi orang jangan tinggi hati
Tapi jadilah orang yang rendah hati
Karena orang yang rendah hati pasti
menarik hati
Sehingga banyak yang jatuh hati
(KH Anwar Zahid)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar