Kamis, 18 Oktober 2018


Kerendahan Hati

            Tawadhu berasal dari kata Wadhu’ – Wadho’ah  yang berarti hina (rendah). Sedangkan Takabu berasal dari kata Akbar-Kabir yang berarti besar. Tawadhu berarti merendahkan diri, sedangkan takabbur berarti membesar-besarkan diri atau sombong.

Q.S. Al Baqarah (2:34) :
            Ketika Allah SWT memerintahkan malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam “Bersujudlah kalian kepada Adam,” maka mereka bersujud kecuali Iblis, (ia) enggan dan berlaku sombong, dan (ia) adalah termasuk golongan yang kafir.

Q.S. Al A’raf (7:11-13) :
            Dan sungguh, kami teah mencipakan kamu, kemudian membentuk (tubuhmu), Kemudian kami berfirman kepada malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun bersujud kecuali Iblis. Ia (iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.(1)
            (Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepapa Adam) ketika aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”(2)
            (Allah) berfirman, “Maka, turunlah kamu darinya (surge); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.(3)

Nabi Adam diciptakan dari tanah yang sifatnya rendah selalu di bawah. Tanah yang selalu merendah memiliki harga yang semakin lama semakin mahal. Karena barang sipa yang bertawadhu karena Allah maka Allah akan mengangkat derajatnya. Orang yang rendah hai disukai Allah karena rendah hati adalah lawan dari takabur. Sesungguhnya manusia itu dilarang untuk bersifat takabur karena takabur adalah pakaian Allah. Meskipun Allah SWT berhak untuk takabur, tetapi Dia tidak melakukannya.
Iblis dikeluarkan dari surga karena ia berbuat sombong di dalamnya. Kemudian iblis menggoda Ibu Hawa untuk mendekati dan memakan Buah Khuldi (keabadian). Kemudian Nabi Adam dan Ibu Hawa melanggar larangan Allah sehingga mereka dikeluarkan oleh Allah SWT. Kemudian mereka dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi. Singkat kata keduanya bertaubat dan diterima Allah. Inilah bentuk kerenahan hati Nabi Adam dan Ibu Hawa. Mereka mengakui kesalahannya dan kemudian bertaubat.
Dari sifat Nabi Adam ini Allah menerima taubatnya karena Allah SWT menyukai orang yang merendahkan diri karenanya. Sedangkan Iblis yang sombong dilaknat oleh Allah SWT karena sifatnya yang takabur.

Bukti kerendahan hati Nabi Adam dan Hawa---- Q.S. Al A’raf (7:23) :
            Keduanya bekata, Ya tuhan kami sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.

Jadi orang jangan tinggi hati
Tapi jadilah orang yang rendah hati
Karena orang yang rendah hati pasti menarik hati
Sehingga banyak yang jatuh hati
(KH Anwar Zahid)

             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar