(Magelang, 30 Mei 2026)
Saya hanya pengan upload saja. Hehe...Menjadi Maba
Kamis, 04 Juni 2026
Kamis, 18 Oktober 2018
Kerendahan Hati
Tawadhu
berasal dari kata Wadhu’ – Wadho’ah yang
berarti hina (rendah). Sedangkan Takabu berasal dari kata Akbar-Kabir yang
berarti besar. Tawadhu berarti merendahkan diri, sedangkan takabbur berarti
membesar-besarkan diri atau sombong.
Q.S. Al Baqarah (2:34) :
Ketika
Allah SWT memerintahkan malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam “Bersujudlah
kalian kepada Adam,” maka mereka bersujud kecuali Iblis, (ia) enggan dan
berlaku sombong, dan (ia) adalah termasuk golongan yang kafir.
Q.S. Al A’raf (7:11-13) :
Dan
sungguh, kami teah mencipakan kamu, kemudian membentuk (tubuhmu), Kemudian kami
berfirman kepada malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun
bersujud kecuali Iblis. Ia (iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.(1)
(Allah)
berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepapa
Adam) ketika aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia.
Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”(2)
(Allah)
berfirman, “Maka, turunlah kamu darinya (surge); karena kamu tidak sepatutnya
menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk
yang hina.(3)
Nabi Adam diciptakan dari tanah yang
sifatnya rendah selalu di bawah. Tanah yang selalu merendah memiliki harga yang
semakin lama semakin mahal. Karena barang sipa yang bertawadhu karena Allah
maka Allah akan mengangkat derajatnya. Orang yang rendah hai disukai Allah
karena rendah hati adalah lawan dari takabur. Sesungguhnya manusia itu dilarang
untuk bersifat takabur karena takabur adalah pakaian Allah. Meskipun Allah SWT
berhak untuk takabur, tetapi Dia tidak melakukannya.
Iblis dikeluarkan dari surga karena
ia berbuat sombong di dalamnya. Kemudian iblis menggoda Ibu Hawa untuk
mendekati dan memakan Buah Khuldi (keabadian). Kemudian Nabi Adam dan Ibu Hawa
melanggar larangan Allah sehingga mereka dikeluarkan oleh Allah SWT. Kemudian
mereka dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi. Singkat kata keduanya
bertaubat dan diterima Allah. Inilah bentuk kerenahan hati Nabi Adam dan Ibu
Hawa. Mereka mengakui kesalahannya dan kemudian bertaubat.
Dari sifat Nabi Adam ini Allah
menerima taubatnya karena Allah SWT menyukai orang yang merendahkan diri
karenanya. Sedangkan Iblis yang sombong dilaknat oleh Allah SWT karena sifatnya
yang takabur.
Bukti kerendahan hati Nabi Adam dan
Hawa---- Q.S. Al A’raf (7:23) :
Keduanya
bekata, Ya tuhan kami sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan
jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami
termasuk orang-orang yang rugi.
Jadi orang jangan tinggi hati
Tapi jadilah orang yang rendah hati
Karena orang yang rendah hati pasti
menarik hati
Sehingga banyak yang jatuh hati
(KH Anwar Zahid)
Senin, 24 September 2018
Perjuangan Masuk Univesitas
Perjuangan Masuk Universitas
oleh : Faza Tamyiz
Setiap orang pasti akan diuji dalam hidupnya. Manusia yang lahir di dunia ini pasti akan mendapat berbagai masalah. Akan tetapi itu sudah menjadi kodrat manusia. Ada hukum alam yang mengatakan bahwa HIDUP = MASALAH. Hukum ini dapat diperinci menjadi : hidup adalah masalah, tidak ingin masalah berarti ingin mati, tak siap hidup maka mati saja.
Aku tak begitu pandai bercerita namun izinkan aku menceritakan secuil kisahku untuk kalian yang masih berada dalam zona perjuangan. Zona ini memang kadang terasa berat, mungkin secuil ceritaku ini akan dapat membantumu. Akan tetapi, perlu diingat bahwa setiap orang memiliki alur ceitanya masing-masing. Terserah padamu kau akan menuliskan apa pada novel kehidupanmu. Oke, langsung saja aku mulai certanya...
SMA
Aku adalah seorang siswa dari sebuah sekolah unggulan di Magelang. Adalah sebuah keberuntungan aku bisa masuk ke sana. Sistem seleksi agar dapat masuk ke SMA-ku adalah dengan Nilai Ujian Nasinal. Beruntung aku mendapat nilai ujian nasional yang lumayan bagus. Aku beruntung apa yang aku pelajari keluar di soal ujian nasional.
Saat masih kelas 3 SMP, pak guru pernah bertanya kepada aku dan teman-temanku. "Mau melanjutkan sekolah di mana?". Kebanyakan dari temanku sudah memiliki jawabannya. Saat tiba giliranku, aku menjawab "Belum tahu e pak". Pak guru dan teman-temanku menertawaiku. Tapi, sesungguhnya aku memang belum tahu mau melanjutkan sekolah di mana. Aku kemudian berinisiatif meniru teman-temanku. Aku kemudian menyebutkan nama SMA yang paling banyak disebut oleh teman-temanku. Walaupun aku belum pernah tahu SMA mana itu.
Ternyata benar apa yang aku katakan. Setelah kelulusan, aku mendaftar di SMA itu. Itu adalah hari perama aku datang ke SMA itu. Aku lantas diterima di SMA itu. Bahkan menduduki peringkat atas. Aku beruntung. Mungkin keberuntungan ini bisa saja menjadi sebuah berkah dan mungkin juga sebuah awal dari hal buruk.
Ternyata benar, aku terlalu bersantai di SMA sehingga nilaiku menurun secara drastis. Aku bahkan kesulitan mengikuti pelajaran. Aku juga kesusahan dalam mengerjakan soal. Akibatnya, nilaiku turun dan sebagian jelek, khususnya di mata pelajaran peminatan (IPA dan Matematika). Hal ini membuatku sering dimarahi oleh orang tuaku. Tentu saja kadang aku agak tertekan di rumah maupun di sekolah.
Kelas 1 dan 2 aku masih bersantai-santai. Aku masih kurang bisa memanfaatkan waktu luangku dengan baik. Aku merasa bahwa masuk SNMPTN tidaklah mungkin bagiku. Jadi aku menargetkan SBMPTN. Aku masih saja santai dalam pelajaran. Dalam hatiku, aku bertekad bahwa ketika aku sudah kelas 3 aku akan serius dalam belajar SBMPTN dan pelajaran sekolah.
Kenyataannya, saat kelas 3 aku masih saja kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan. Seperti kita ketahui bahwa apabila pondasi bangunan tidak kokoh maka bangunan tersebut akan mudah rubuh. Hal ini terjadi padaku. Pelajaran yang diajarkan di kelas 1 dan 2 menjadi pondasi dan dasar bagi pembelajaran di kelas 12. Aku yang kurang memahami materi merasa kurang bisa mengikui pembelajaran.
Secara mendasar
Kamis, 06 September 2018
Resensi Buku "Pembinaan Kondisi Fisik Karate"
RESENSI
BUKU “PEMBINAAN KONDISI FISIK KARATE”
Oleh
: Faza Muhamad T.A.
Judul : Pembinaan Kondisi Fisik Karate
Penulis : Arief
Prihastono
Penerbit : Penerbit
CV. ANEKA
Tempat Terbit : Solo
Tahun Terbit : 1994
Jumlah Halaman : 106
Halaman
Buku “Pembinaan
Kondisi Karate” ini menjelaskan tentang pengoptimalan kemampuan fisik
olahragawan sebagai dasar penunjang pencapaian prestasi puncak. Kondisi yang
diterangkan dalam buku ini disebut dengan kondisi fisik dasar atau kondisi
fisik umum. Kondisi tersebut antara lain : kekuatan, daya tahan, kecepatan,
kelentukan, dan kelincahan. Selain kondisi fisik umum, juga terdapat
kondisi-kondisi khusus, yaitu : stamina, ketepatan, power, keseimbangan,
koordinasi, dan reaksi.
Buku ini juga
dilengkapi dengan latihan-latihan untuk mengoptimalkan kondisi fisik atlet.
Tidak hanya melalui tulisan, latihan-latihan tersebut juga dilengkapi dengan
gambar. Apabila latihan yang
dilakukan dapat berhasil maka hasilnya akan sangat membantu bagi atlet. Fisik
atlet yang bagus mampu menunjang prestasinya. Oleh karena itu, salah satu tujuan
buku ini ditulis adalah untuk menunjang prestasi atlet karate.
KEUNGGULAN
1. Buku dilengkapi dengan keterangan gambar yang mudah dipahami.
2. Desain sampul
menarik.
3. Buku ini dilengkapi
dengan tabel-tabel latihan untuk mengukur tingkat kondisi tubuh atlet.
KELEMAHAN
1. Kalimat kurang koheren sehingga sulit untuk dipahami.
2. Beberapa prosedur sulit untuk dipahami.
Apakah teman-teman
tertarik untuk membaca buku ini? Buku tersedia di Pepustakaan UNY lho.. Untuk
info lebih lanjut teman-teman bisa mengakses website resmi Perpustakaan UNY di www.library.uny.ac.id.
Terimakasih telah
mengunjungi blog saya. Semoga bermanfaat…
www.uny.ac.id
www.uny.ac.id
Minggu, 02 September 2018
Resensi Buku "Bugar dengan Lari"
RESENSI BUKU “BUGAR DENGAN LARI”
| Oleh : Faza Muhamad T.A. 2 Agustus 2018 |
Judul Buku : Bugar dengan Lari
Penulis : Richard L. Brown dan Joe Henderson
Pernerbit : PT . Rajagrafindo Persada
Tahun Terbit : 1996
Tempat Terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : 160 halaman
Buku ini berisi pengetahuan seputar olahraga berlari. Terdapat banyak pengetahuan tentang olaraga berlari, baik pengetahuan yang sudah banyak diketahui orang umum maupun yang jarang duketahui orang. Lari merupakan olahraga yang relatif lebih murah dan mudah dilakukan. Oleh karena itu, akan lebih baik jika pelari menambah pengetahuan tentang olahraga lari.
Secara garis besar, pokok-pokok pembahasan seputar olaraga lari dalam buku ini mencakup 3 hal, yaitu : persiapan, zona latihan lari, dan pelatihan dengan zona latihan. Persiapan memuat hal-hal yang harus dilakukan dan diketahui sebelum melakukan olahraga lari, missal : tujuan lari, manfaat lari, peralatan lari, pemeriksaan tingkat kebugaran lari, dan cara berlari dengan benar. Zona latihan lari menjelaskan tentang pengukuran latihan bagi pelari agar dapat menentukan dengan tepat tingkat dan jenis latihan lari yang baik untuk dilakukan. Kemudian, pelatihan zona latihan lari yang merupakan penjelasan lebih lanjut tentang zona latihan lari yang akan menuntun pembaca untuk menuju peningkatan yang diharapkan.
KEUNGGULAN BUKU :
- Bahasa yang digunakan mudah dipahami. Penggunaan bahasa dalam buku ini adalah menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan tidak kaku. Oleh karena itu, pembaca dapat dengan mudah memahami isi buku ini.
- Banyak berisi pengetahuan praktis. Pengetahuan praktis cocok untuk orang yang kurang memperhatikan teori dan juga untuk orang yang belum mengetahui cara mempraktikan sesuatu. Hal itu sangat efektif dan membantu sehingga pembaca tidak merasa bosan oleh teori-teori yang terdapat dalam buku ini.
- Buku dilengkapi dengan tabel latihan. Tabel-tabel dalam buku ini berupa klasifikasi latihan yang ingin dilakukan. Tabel latihan lari berfungsi untuk membantu mengetahui tingkat dan intensitas latihan lari untuk mencapai hasil latihan yang ditargetkan. Hal ini akan menguntungkan pembaca yang mempraktikan karena melalui tabel-tabel tersebut pembaca/pelari dapat meningkatkan kualitasnya.
KELEMAHAN BUKU :
- Tidak ada daftar isi. Buku ini memuat berbagai sub informasi dengan penjelaannya masing-masing. Tanpa adanya daftar isi, pembaca akan kesulitan menemukan informasi tersebut. Jika tidak terdapat daftar isi, biasanya pembaca akan mengurutkan dari awal atau mencari secara acak. Hal ini akan menimbulkan perilaku tidak efisien karena menghabiskan waktu. Selain daftar isi, buku ini juga tidak dilengkapi indeks untuk mencari kata-kata penting dalam buku. Pembaca yang belum memahami suatu kata di dalam buku akan kesulitan mencari kata tersebut tatkala ingin mencarinya.
- Tidak ada kata pengantar. Pembaca yang ingin membaca buku sekilas dapat melihat kata pengantar buku tersebut. Tanpa kata pengantar, pembaca sulit menentukan maksud ditulisnya buku yang akan ia baca. Setiap bab pada buku ini diawali dengan pengantar-pengantar untuk memberi pengetahuan awal kepada pembaca dan mungkin juga untuk menuntun pembaca. Mungkin karena alasan inilah kata pengantar tidak dicantumkan dalam buku ini. Seharusnya dicantumkan kata pengantar dalam buku ini agar pembaca lebih mudah memahami arah penjelasan buku ini.
- Desain sampul kurang menarik. Kesan pertama saat ingin memilih buku untuk dibaca adalah sampul. Sampul pada buku ini terkesan kurang menarik dalam segi desain. Desain pada buku ini cederung seperti buku pelajaran sehingga kurang menarik minat pembaca.
Demikianlah resensi buku "Bugar dengan Lari" semoga bermanfaat bagi teman-teman. Buku ini dapat dibeli di toko buku terdekat atau dapat meminjam di pepustakaan. Salah satu perpustakaan yang menyediakan buku ini adalah Perpustakaan UNY. Di Perpustakaan UNY buku ini memiliki kode 796.422 Bro b7.
Untuk informasi lebih lanjut teman-teman dapat mengunjungi web resmi Perpustakaan UNY di http://library.uny.ac.id atau dapat juga dengan mengunjungi www.uny.ac.id.
.
.
Terimakasih, Semoga bermanfaat :)
Langganan:
Postingan (Atom)


